1.Tujuan Tarbiyah
Untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai Islam yang benar dan sempurna, menumbuhkan harga diri dan membentuk pribadi muslim dan muslimah, yang berakhlak dengan mengadakan kegiatan positif yang Islami dan mewujudkan kepemimpinan di dalam keluarga, masyarakat dan negara yang berdasarkan syariat dan aturan negara serta mengembangkan skill, pengajaran dan wawasan.
II. Tahapan Tarbiyah
1. Tilawah (membacakan ayat Allah)
2. Tazkiyah (mensucikan jiwa)
3. Ta’lim (mengajarkan kitab dan sunnah)
III. Potensi yang dikembangkan kemudian diarahkan kepada pengaktualan potensi dengan memasuki berbagai bidang kehidupan
a. Al-Ummah Al-Jaahilah ( Umat yang bodoh )
1. Al-Jahl ( Kebodohan )
2. Adz-Dzillah ( Kehinaan )
3. Adh-Dha’f ( Kelemahan )
4. Al-Furqah ( Perpecahan )
1. Al-Jahl ( Kebodohan )
Mereka bodoh karena tidak menerima hidayah. Abu Jahal ( Bapak Kebodohan ) bukan tidak punya ilmu. Terdapat dalam QS. 39 : 64 Katakanlah : ” Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang – orang yang tidak berpengetahuan.
2. Adz Dzillah ( Kehinaan )
Kehinaan juga muncul akibat dari tingkah laku yang jauh dari Islam. Terdapat dalam QS. 95 : 4-5. : ”Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik - baiknya. Kemudian kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya ( neraka )
3.Adh- Dha’if (kelemahan)
Kelemahan terjadi karena meraka tidak menghargai dirinya sehingga tidak bisa mengaktualisasikan potensinya, mereka menghabiskan waktu dan energi untuk mengikuti hawa nafsu. Terdapat dalam QS. 4 :28 : ”Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia itu dijadikan bersifat lemah.
4. Al-Furqah ( Perpecahan )
Ciri masyarakat jahiliyah adalah berpecah dan tidak ada persatuan sesamanya. Terdapat dalam QS. 3:103. : ” Dan berpegang kamu semaunya kepada tali Allah ( Agama Islam ), dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Alalh kepadamu ketika kamu dahulu ( sesama jahiliyah ) bermusuh-musuhan.
b. Dhalaalun Mubiin ( Kesesatan yang nyata )
Allah SWT menyebutkan bahwa sebelum kedatangan Nabi, masyrakat jahiliyah berada di dalam kesesatan yang nyata. Terdapat dalam QS. 62 :2 : ” Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul diantara mereka, yang membacakan ayat-ayat –Nya kepada Mereka, mesucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah.
c. Al-Inqaadz ( Penyelamat ) – At- Tarbiyah ( pendidikan )
1. Allaah - Ar-Rasuul ( Allah dan Rasul )
2. At - Tilaawah ( Membaca )
3. At - Tazkiyah ( mensucikan )
4. Ta’liim Al – Minhaaj ( Mengajarkan Pedoman )
1. Allah - Ar-Rasuul ( Allah dan Rasul )
Allah SWT melalui Rasul-Nya memberikan tarbiyah, Islam sebagai agama
Dapat menyelamatkan manusia dari kesesatan, Islam melalui tarbiyah dapat mengatasi dan menyelesaikan masalah masyarakat jahiliyah.
2. At-Tilaawah (Membaca)
Islam sebagai gerakan menyelamatkan diri manusia dari kerugian memeiliki aktifitas di anataranya membaca al-Qur’an dengan berusaha memahami, menghapal dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sebagai contoh surat Iqro’. (Bacalah Nama Tuhan-Mu yang menciptakan (sekalian makhluk)
3.At-Tazkiyah (mensucikan)
Maksudnya mensucikan diri dari segala kekotoran jiwa, hati, akal dan jasad seperti kemaksiatan dan kejahiliyahan, diharapkan agar mendapatkan keberuntungan.
Sebagai contoh : Q.91: 7 Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaan-Nya), Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnys beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
4. Ta’liim Al-Minhaj (Mengajarkan Pedoman)
Maksudnya mengajarkan al-Qur’an dan Sunah bahkan mempelajarinya
serta mengamalkannya sebab banyak mengandung hikmah / pelajaran.
Dalil : Q.2 : 269, Allah menganugerahkan al-hikmat (kefahaman yang dalam tentang al-Qur’an dan As-Sunah) kepada siapa yang Dia kehendaki.
4. An- Ni’mah Al-Kubro (Anugrah Yang Besar)
a. Al- Ilm (Pengetahuan)
b. Al-Izzah (Kemulyaan)
c. Al-Quwwah (Kekeuatan)
d. Al-Wihdah (Persatuan)
a.Al-Ilm (Pengetahuan), hasil dari ilmu yang diperoleh ini adalah kenikmatan yang besar yaitu berupa pengetahuan, harga diri, kekuatan dan persatuan, Tarbiayah dengan ilmu yang benar, menjadikan manusia yang berilmu dan sadar dengan tingkah lakunya.
Dalil : Q.96.5 . Dia yang mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
b. Al-Izzah (Kemulyaan)
Izzah bermakna kemulian dan harga diri bermakna mengembalikan diri manusia kepada Allah bukan kepada benda-benda yang tidak bernilai, Izzah Islam akan mewujudkan kekuatan Islam sebab semangat yang ditumbuhkan melalui tarbiyah dapat membangkitkan kecintaan dan perjuangan, akhirnya kita akan disatukan dengan pemikiran dan amal melalui tarbiyah islamiyah sehingga bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat dan bangsa.
Dalil :Q.63: 8 , mereka berkata sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah benar-benar oarng yang kuat agar mengusir orang yang lemah daripadanya. Padahal kekuatan (kemuliaan) itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.
c. Al-Quwwah (Kekuatan)
Kenikmatan yang besar dari hasil tarbiyah adalah membawa manusia kepada kesadaran Islam sehingga Islam menjadi suatu bentuk karakter sehari-hari. Dengan Islam pula manusia menjadi terhormat sebab telah kembali kepada fitrah yang suci sehingga manusia menjadi kuat seperti kuat aqidah, jiwa, persatuan dan Islam.
Dalil : Q.93.8 Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lau Dia memberikan kecukupan.
d. Al-Wihdah (Persatuan)
Seseorang atau masyarakat yang mengikuti tarbiyah mereka akan dibimbing ke arah persatuan umat, Tarbiyah akan membawa kepada kesatuan pemikiran dan ideologi sehingga membawa kepada persatuan dalam sikap dan akhlak yang dapat membawa kesatuan pendapat.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar